Perkuat Transparansi dan Kolaborasi, Anggota Bawaslu Banyuasin Diskusi Bersama Wartawan Bahas Isu Pemilu dan Pilkada
|
Banyuasin – Anggota Bawaslu Kabupaten Banyuasin Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) April Yadi bersama Anggota Bawaslu Banyuasin Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran (PP) Datin Raden Zakaria melaksanakan diskusi bersama wartawan Kabupaten Banyuasin, Toto dan Suhaimi, pada Senin (09/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Banyuasin tersebut membahas berbagai isu strategis terkait pemilu dan Pilkada ke depan.
Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Sejumlah topik yang menjadi perhatian antara lain potensi kerawanan tahapan, penguatan partisipasi masyarakat, netralitas penyelenggara, serta peran media dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang produktif untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pengawas pemilu dan insan pers.
April Yadi menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam menghadapi dinamika pemilu dan Pilkada mendatang. Menurutnya, kesiapan jajaran pengawas hingga tingkat adhoc harus terus ditingkatkan agar mampu merespons tantangan yang semakin kompleks.
“Kami fokus pada peningkatan kompetensi dan integritas jajaran pengawas. SDM yang kuat adalah fondasi utama dalam memastikan pengawasan berjalan profesional dan akuntabel,” ujar April Yadi.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan media memiliki peran strategis dalam mendukung kerja-kerja pengawasan.
“Media adalah mitra penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat edukasi politik masyarakat sekaligus mencegah disinformasi yang berpotensi memicu konflik,” tambahnya.
Sementara itu, Kordiv PP Datin Raden Zakaria menyoroti pentingnya langkah pencegahan sebagai pendekatan utama dalam pengawasan. Ia menyampaikan bahwa potensi pelanggaran harus dipetakan sejak dini agar dapat diminimalisir sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.
“Kami mengedepankan strategi pencegahan melalui sosialisasi, imbauan, dan penguatan pengawasan partisipatif. Upaya ini penting agar proses demokrasi tetap berjalan sesuai aturan,” tegas Raden Zakaria.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan publik.
“Transparansi adalah komitmen kami. Setiap penanganan dugaan pelanggaran akan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. Kami ingin masyarakat merasa yakin bahwa pengawasan berjalan objektif dan tidak tebang pilih,” ujarnya.
Wartawan Banyuasin, Suhaimi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bawaslu dalam berdialog dengan media. Ia menilai diskusi semacam ini penting untuk memperkaya perspektif pemberitaan sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang.
“Kami menyambut baik ruang diskusi seperti ini. Dengan komunikasi yang terbuka, kami bisa menyajikan informasi yang lebih akurat dan membantu masyarakat memahami isu-isu kepemiluan secara utuh,” ungkap Suhaimi.
Melalui diskusi ini, Bawaslu Banyuasin menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan insan pers sebagai bagian dari penguatan demokrasi lokal. Sinergi antara pengawas pemilu dan media diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, mendorong partisipasi masyarakat, serta menjaga kondusivitas daerah menjelang pemilu dan Pilkada yang akan datang.
Penulis: Karni
Foto: Tim Humas