Muslim Tekankan Pentingnya Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
Pangkalan Balai, Banyuasin – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Banyuasin, Muslim, menyampaikan materi sesi kelima sekaligus sesi terakhir dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Banyuasin yang berlangsung di Ruang Sekretariat Bawaslu Banyuasin, Senin (15/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Muslim membawakan materi bertema “Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital” guna meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran teknologi dalam mendukung pengawasan pemilu yang lebih efektif dan partisipatif.
Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu program Bawaslu yang bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tahapan pemilu. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung peran mereka sebagai pengawas partisipatif di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Muslim menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya tahapan pemilu dapat membantu mencegah terjadinya pelanggaran serta meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemilu.
“Pengawasan partisipatif menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Keterlibatan masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendukung tugas pengawasan yang dilakukan Bawaslu,” ujar Muslim di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai manfaat pengawasan partisipatif, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap proses demokrasi, memperluas jangkauan pengawasan, serta mendorong terciptanya budaya pengawasan yang lebih kuat di lingkungan masyarakat. Dengan dukungan teknologi digital, partisipasi masyarakat dalam pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat dan mudah.
Menurut Muslim, perkembangan teknologi informasi saat ini membuka peluang yang besar bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pengawasan pemilu. Berbagai platform digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi, edukasi kepemiluan, maupun pelaporan dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Meski demikian, ia juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan partisipatif berbasis digital. Tantangan tersebut antara lain penyebaran informasi yang belum terverifikasi, rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat, serta perlunya pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab dalam mendukung pengawasan pemilu.
Melalui materi yang disampaikan pada sesi penutup Pendidikan Pengawas Partisipatif, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pengawasan partisipatif berbasis digital beserta manfaat dan tantangannya.
Penulis: Karni
Editor: Rahmi Dewi Aryani
Foto: Syahrial