Lompat ke isi utama

Berita

Melalui Jumpa Berlian, Bawaslu Banyuasin Buka Ruang Dialog dan Layanan Insani

Jumpa Berlian

Program Jumpa Berlian Bawaslu Banyuasin

Banyuasin -- Bawaslu Kabupaten Banyuasin terus memperkuat peran pelayanan publik melalui pelaksanaan program Jumpa Berlian (Jumpa, Bicara, dan Layanan Insani) yang rutin dilaksanakan setiap hari Jum’at. Program ini dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara Bawaslu dengan masyarakat untuk memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan transparansi, serta mendekatkan layanan kepemiluan secara humanis dan komunikatif.

Melalui Jumpa Berlian, Bawaslu Banyuasin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, mendapatkan informasi kepemiluan, hingga berkonsultasi terkait pengawasan pemilu. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kantor Bawaslu Banyuasin dengan suasana terbuka, santai, dan inklusif, sehingga masyarakat merasa nyaman dalam menyampaikan pendapat maupun pertanyaan.

Ketua Bawaslu Banyuasin, Siti Holijah, menegaskan bahwa Jumpa Berlian merupakan wujud komitmen kelembagaan dalam menghadirkan pengawasan pemilu yang berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, pengawasan yang kuat tidak hanya bertumpu pada regulasi, tetapi juga pada kepercayaan dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Jumpa Berlian kami hadirkan sebagai ruang dialog yang sehat agar Bawaslu semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Siti Holijah, Jum'at (6/2/2026).

Siti Holijah juga menambahkan bahwa pendekatan insani menjadi kunci utama dalam program ini. Dengan komunikasi yang terbuka dan empatik, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk melaporkan potensi pelanggaran maupun meminta penjelasan seputar tugas dan kewenangan Bawaslu.

“Kami ingin masyarakat melihat Bawaslu sebagai mitra demokrasi yang siap mendengar dan melayani,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Banyuasin, Muslim, menilai Jumpa Berlian sebagai sarana strategis dalam membangun kesadaran pengawasan partisipatif. Menurutnya, pencegahan pelanggaran pemilu akan lebih efektif jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik sejak awal.

“Melalui Jumpa Berlian, kami bisa langsung menyampaikan edukasi kepemiluan sekaligus menerima masukan dari masyarakat,” kata Muslim.

Muslim menjelaskan bahwa dialog dua arah dalam Jumpa Berlian memberikan ruang bagi Bawaslu untuk memetakan isu-isu yang berkembang di masyarakat. Hal ini menjadi bahan penting dalam menyusun strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran.

“Masukan masyarakat adalah modal utama kami dalam memperkuat fungsi pencegahan,” tambahnya.

Dari sisi pengelolaan data dan informasi, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (PP Datin) Bawaslu Banyuasin, Raden Zakaria, menyampaikan bahwa Jumpa Berlian juga berperan dalam meningkatkan literasi informasi kepemiluan. Ia menekankan pentingnya keterbukaan data agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Layanan informasi yang akurat adalah bagian dari pelayanan insani yang kami bangun,” ungkap Raden Zakaria.

Raden Zakaria berharap program Jumpa Berlian dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi antara dialog, layanan, dan keterbukaan informasi, Bawaslu Banyuasin optimistis program ini mampu memperkuat kualitas pengawasan pemilu dan demokrasi di Kabupaten Banyuasin.

“Demokrasi yang sehat lahir dari komunikasi yang baik antara penyelenggara dan masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis: Karni

Foto: Karni