Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026, Ameredi: Ramadan Momentum Latihan Integritas dan Penguatan Kelembagaan
|
Banyuasin -- Bawaslu Banyuasin menggelar Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026 di aula kantor Bawaslu Banyuasin, Senin (2/3/2026). Kegiatan bertema “Penguatan Spirit Kelembagaan dan Buka Puasa Bersama Bawaslu Banyuasin” ini menjadi ruang konsolidasi internal dalam memperkokoh nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan kebersamaan di lingkungan lembaga pengawas pemilu tersebut. Seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat hadir mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhidmatan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga forum refleksi atas peran dan tanggung jawab pengawasan yang terus berjalan meski di luar tahapan pemilu. Momentum Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026 diposisikan sebagai titik awal penguatan komitmen kelembagaan, sekaligus pembinaan mental spiritual bagi seluruh jajaran.
Anggota Bawaslu Banyuasin Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS), Ameredi, yang didaulat menyampaikan tausyiah menjelang berbuka puasa, menekankan pentingnya Ramadan sebagai sarana pembinaan diri. Ia menyampaikan bahwa bulan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan menyeluruh untuk memperbaiki kualitas pribadi dan profesionalitas.
“Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026 ini adalah momentum kita untuk membina diri. Bulan puasa adalah bulan latihan, termasuk latihan menjaga integritas dalam setiap tugas,” ujarnya.
Dalam tanggapannya, Ameredi menilai bahwa penguatan kelembagaan harus dimulai dari kekuatan moral individu. Menurutnya, hukum dan penyelesaian sengketa bukan hanya soal regulasi, tetapi juga soal keadilan yang lahir dari hati yang jernih.
“Bagaimana kita bisa menegakkan aturan dengan adil jika tidak melatih diri untuk jujur dan disiplin? Ramadan mengajarkan itu secara nyata,” tegasnya.
Ia juga memberikan komentar terkait pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga marwah lembaga. Ameredi menyebut bahwa kebersamaan dalam kegiatan seperti ini membangun solidaritas yang berdampak langsung pada kualitas kerja tim.
“Spirit kelembagaan itu tumbuh dari rasa saling percaya dan saling menguatkan. Tanpa itu, koordinasi tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa tantangan pengawasan ke depan semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan mental serta pemahaman hukum yang mendalam. Menurutnya, penguatan kapasitas harus sejalan dengan penguatan spiritual.
“Kita menghadapi dinamika demokrasi yang terus berkembang. Karena itu, kesiapan intelektual harus dibarengi keteguhan moral,” ungkap Ameredi dalam tausyiahnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan refleksi kelembagaan, diskusi internal, serta doa bersama menjelang waktu berbuka. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika seluruh jajaran duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa sederhana yang telah disiapkan. Momen tersebut menjadi simbol kesetaraan dan kebersatuan dalam satu semangat pengawasan.
Melalui Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026 ini, Bawaslu Banyuasin berharap nilai-nilai Ramadan dapat terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari. Dengan integritas sebagai fondasi dan solidaritas sebagai penguat, lembaga optimistis mampu menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, adil, dan berkeadaban demi menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Banyuasin.
Penulis: Karni
Editor: Rahmi Dewi Aryani
Foto: Syahrial