Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banyuasin Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin

Audiensi

Kegiatan audiensi Bawaslu Banyuasin ke Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin

Banyuasin -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuasin melaksanakan audiensi ke Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Kampus Banyuasin dalam rangka membahas rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Senin (09/2/2026). Audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi kelembagaan antara Bawaslu dan institusi pendidikan vokasi dalam mendukung pengawasan partisipatif dan penguatan demokrasi.

Hadir dalam audiensi tersebut Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Banyuasin, Ameredi, Kasubbag Pengawasan Asrul Harahap, serta sejumlah staf Bawaslu Banyuasin. Rombongan diterima secara langsung oleh Sekretaris Jurusan Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin, Aldilawati, di lingkungan kampus setempat.

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Banyuasin, Ameredi, menyampaikan bahwa rencana MoU ini diarahkan untuk membangun kolaborasi berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kepemiluan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang sadar hukum dan demokrasi.

“Kerja sama ini kami pandang penting untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif, terutama dengan melibatkan civitas akademika sebagai mitra strategis Bawaslu,” ujar Ameredi. Ia menambahkan, melalui MoU tersebut, Bawaslu berharap dapat menginisiasi berbagai kegiatan edukatif yang relevan dengan tugas dan kewenangan pengawasan pemilu.

Lebih lanjut, Ameredi menjelaskan bahwa aspek hukum dan penyelesaian sengketa pemilu menjadi salah satu fokus utama kerja sama. Ia menilai, lingkungan akademik Polsri Kampus Banyuasin memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi pemikiran ilmiah dan kajian hukum yang aplikatif. “Kami ingin membangun ruang diskusi dan kajian bersama agar pemahaman terhadap regulasi kepemiluan semakin kuat dan komprehensif,” tegasnya.

Kasubbag Pengawasan Bawaslu Banyuasin, Asrul Harahap, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya dukungan dunia pendidikan terhadap tugas pengawasan. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan sekaligus mitra pengawasan yang kritis dan objektif. “Keterlibatan kampus akan sangat membantu Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai pengawasan sejak dini,” kata Asrul Harahap.

Asrul Harahap juga menambahkan bahwa melalui MoU, ke depan dapat dikembangkan program magang, kuliah umum, hingga sosialisasi pengawasan pemilu yang terstruktur. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pengawasan pemilu di Banyuasin,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin, Aldilawati, menyambut baik audiensi dan rencana kerja sama yang ditawarkan oleh Bawaslu Banyuasin. Ia menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan misi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat.

“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Bawaslu Banyuasin, terutama dalam hal edukasi demokrasi dan peningkatan literasi hukum bagi mahasiswa,” ujar Aldilawati. Menurutnya, MoU ini dapat menjadi payung hukum yang jelas untuk pelaksanaan berbagai program bersama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Aldilawati juga menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kepemiluan akan memperkaya wawasan dan pengalaman praktis mereka. “Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi,” tambahnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembahasan teknis rencana MoU dalam waktu dekat. Bawaslu Banyuasin dan Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin sepakat bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai mitra pengawasan pemilu yang berintegritas dan berkelanjutan.

 

Penulis: Karni

Foto: Syahrial