Lompat ke isi utama

Berita

April Yadi Tekankan Pentingnya Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif

P2P

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Bawaslu Banyuasin, April Yadi

Pangkalan Balai, Banyuasin – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuasin kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang berlangsung di Ruang Sekretariat Bawaslu Banyuasin, Senin (15/6/2026).

Pada sesi kedua kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Bawaslu Banyuasin, April Yadi, menyampaikan materi bertema “Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas” sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan partisipatif.

Materi tersebut diberikan kepada peserta P2P sebagai bagian dari pembekalan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai pentingnya membangun jaringan yang kuat serta memberdayakan komunitas dalam mendukung pengawasan demokrasi dan kepemiluan.

Dalam pemaparannya, April Yadi menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif tidak dapat dilakukan secara optimal tanpa adanya kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Oleh karena itu, penguatan jaringan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis sebagai mitra Bawaslu dalam menyebarluaskan informasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong partisipasi publik dalam mengawal proses demokrasi. Dengan jaringan yang kuat, berbagai informasi terkait pengawasan dapat tersampaikan secara lebih luas dan cepat kepada masyarakat.

“Penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas sangat penting untuk mendukung pengawasan partisipatif. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pengawasan yang efektif,” ujar April Yadi saat menyampaikan materi kepada peserta.

Lebih lanjut, ia mengajak para peserta untuk aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi kepemiluan sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait strategi penguatan jaringan, pemberdayaan komunitas, serta implementasi pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Melalui materi dan diskusi yang berlangsung, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya membangun jejaring dan memberdayakan komunitas sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif.

Bawaslu Banyuasin berharap kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat melahirkan kader-kader pengawas yang aktif, mandiri, dan mampu menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi serta penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

 

Penulis: Karni

Editor: Rahmi Dewi Aryani

Foto: Syahrial